pegawaidanpengusaha

Hidup ini pilihan. Demikian juga dalam berusaha atau bekerja kita bebas memilih mau jadi pegawai atau pengusaha, terserah kita.

Pegawai atau karyawan adalah seseorang atau beberapa orang yang melakukan aktifitas/bekerja pada seseorang atau instansi baik negeri maupun swasta.
Pengusaha atau wirausahawan secara umum adalah orang yg mampu memenejeri suatu usahanya sendiri mulai dari pangadaan produk, cara pemasaran serta pengelolaan keuangan usahanya.
Sejujurnya, kalau di suruh untuk memilih banyak di antara kita yg memilih untuk jadi pegawai. Selain lebih simpel tanpa harus memikirkan segala macam persoalan mulai dari masalah permodalan sampai dengan akibat bila usahanya mengalami kerugian.
Pegawai atau karyawan cukup menjalankan tugas sesuai pekerjaannya dengan penuh rasa tanggung jawab dan disiplin yg tinggi maka akan mendapatkan apresiasi dari atasan serta instansi tempatnya bekerja.
Tapi, apakah dengan begitu pegawai atau karyawan tersebut sudah mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya ?…
Jawabannya, bisa iya bisa juga tidak…
Mungkin kalau saja bekerja di instansi baik negeri ataupun swasta dengan pangkat dan jabatan yg tinggi, jawabannya bisa iya.
Bagaimana bila pegawai /karyawan tersebut berada di level yg menengah ke bawah ? Hampir di pastikan jawabannya tidak.
Dan untuk memenuhi kebutuhannya, biasanya pegawai/karyawan (yg aktif) akan berusaha lagi mencari usaha sampingan di luar pekerjaan tetapnya.
Namun bagi yg pasrah (biasanya ini type pegawai/karyawan pasif) hanya menerima kenyataan hidup apa adanya. Ironis…
Lalu, apakah ada jalan keluarnya ?
Apakah harus jadi pengusaha dan berhenti jadi pegawai ?
Ataukah selain jadi pegawai kita bisa juga jadi pengusaha ?
Sekali lagi, hidup ini pilihan. Dan pilihan yg bijak, bila sudah jadi pegawai kita tak harus berhenti. Kita dapat memerankan diri menjadi pengusaha/wirausahawan.
Mungkinkah kita memerankan kedua-duanya ?
Mengapa tidak. Dengan penuh keyakinan, do’a dan usaha yg nyata tentunya. Banyak cara asal mau berusaha dan jeli dalam melihat suatu peluang usaha.
Bagaimana dengan pembagian waktunya ?
Kan sudah sebagian besar kita gunakan untuk bekerja normal ?
Kalau ya, bagaimana caranya ?
Kata pepatah “Banyak jalan ke Roma”. Kuncinya dari diri kita, apakah mau atau tidak. Selama ini kita seperti yg di atur waktu. Sekarang kita balik, marilah kita yg mengatur waktu kita seefisien mungkin.
Terus Usaha apa yg bisa dilakukan ? Dan bagaimana dengan modalnya ?
Sekali lagi “kunci” awalnya dari diri kita. Bila kita mau, banyak peluang usaha yg bisa kita jalankan baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
Sekecil apapun peluang tersebut bila kita mau menjalankan dengan penuh keyakinan, do’a dan sungguh-sungguh tanpa putus asa insya ALLAH akan mendapatkan hasilnya.
Mengenai modal usaha, ada yg memang perlu memakai modal awal yg besar namun ada juga usaha yg hanya membutuhkan biaya sedikit/kecil.
Misalnya, yg tak memerlukan biaya yg besar kita bisa hanya menjadi penyambung lidah atau ikut mempromosikan usaha teman atau kenalan.
Dalam arti kita hanya sebagai tenaga resseler saja. Tanpa modal besar dan berpotensi menghasilkan.
Dan bila usaha mereka maju, kita ambil hikmahnya. Kita bisa mendapatkan keuntungan plus ilmu yg bisa kita terapkan bila membuka usaha juga.
Atau yg sudah terbiasa dengan dunia maya. Sering membaca dan melihat peluang usaha via online. Kenapa tidak ?
Kan sudah banyak kita lihat orang yg berhasil merubah taraf hidupnya dengan hanya memanfaatkan “gadget” yg selama ini kita akrab dengan kita.
Jangan contoh mereka yg gagal, tapi cari dan lihatlah yg sudah berhasil. Lihat, pelajari dan terapkan dengan action yg nyata bagaimana kiat dan cara mereka yg sukses.

Dan, pilihan ada di diri kita sendiri… Mau jadi pemain atau jadi penonton bagi orang-orang yg “sukses”.
Demikian sekelumit opini penulis, mohon sharenya bagi rekan-rekan semua.
Semoga bermanfaat.

Iklan

Tulisan Terakhir

Arsip

Iklan